SULAWESI.NEWS, KOTAMOBAGU – Anggota DPRD Kotamobagu dari Fraksi PDI Perjuangan, Shandry Anugerah Hasanuddin, menerima langsung aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kotamobagu, Rabu (25/2/2025). Aksi ini menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap efisiensi anggaran daerah, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dalam orasi mereka, mahasiswa PMII menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik. Mereka mendesak DPRD agar lebih aktif dalam mengawal kebijakan anggaran, sehingga dana yang dialokasikan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Shandry menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tugasnya untuk memastikan anggaran daerah digunakan dengan efektif dan tepat sasaran.
“Saya menerima dengan baik aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman PMII. Pengawasan terhadap efisiensi anggaran daerah, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, merupakan hal yang sangat krusial. Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Shandry.
Sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kotamobagu periode 2022–2025, Shandry memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan dan kemahasiswaan. Ia juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya, di mana ia turut berperan dalam membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan daerah dan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
Dengan latar belakang tersebut, Shandry menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, guna mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Saya percaya mahasiswa memiliki peran sentral dalam mengawal kebijakan publik. Oleh karena itu, saya siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.
Aksi mahasiswa PMII ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan Polres Kota Kotamobagu. Meski menyuarakan kritik tajam terhadap pengelolaan anggaran daerah, aksi ini tetap berjalan kondusif dan penuh semangat demokrasi.(*)