SULAWESI.NEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan, sekaligus memperkuat perencanaan teknis yang dipaparkan oleh Bappelitbangda dengan mengusung visi besar “Kotamobagu Bersahabat”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir Wali Kota Kotamobagu, Dr. Weny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy Viriawan Mangkat, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan strategis, di antaranya perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, BPKD Kota Kotamobagu, serta kalangan akademisi.
Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Teddy Makalalag, dalam paparannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang ini berlandaskan pada regulasi perencanaan pembangunan nasional, mulai dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 hingga Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Ia juga menyampaikan capaian makro daerah yang menunjukkan tren positif.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kotamobagu saat ini berada di angka 5,28 persen, sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 5,97 persen. Di sisi lain, potensi investasi daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 triliun hingga tahun 2025.
“Di balik capaian tersebut, kita tetap dihadapkan pada keterbatasan kapasitas fiskal. Karena itu, efisiensi dan ketepatan alokasi anggaran menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Untuk tahun 2027, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,5 hingga 6,5 persen, dengan strategi utama melalui peningkatan investasi dan penguatan sektor produktif.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa arah pembangunan ke depan tidak semata berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan karakter daerah serta ketahanan sosial masyarakat. Visi “Kotamobagu Bersahabat” diterjemahkan ke dalam konsep pembangunan yang menekankan keseimbangan antara kemajuan, kesejahteraan, nilai budaya, dan inovasi.
Adapun prioritas pembangunan tahun 2027 difokuskan pada lima sektor utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, perlindungan sosial, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dalam perencanaan. Ia menegaskan bahwa setiap program harus disusun secara selektif dan terukur, terutama di tengah keterbatasan anggaran, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha—untuk terus memperkuat kolaborasi. Sinergi dinilai sebagai faktor kunci dalam mempercepat pembangunan yang tepat sasaran.
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap penyusunan RKPD Tahun 2027 dapat menghasilkan perencanaan yang lebih berkualitas, adaptif, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.(*)







